Rabu, 05 Januari 2011

Sumber hukum adalah segala sesuatu yang melahirkan atau menimbulakan aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat mengikat yang apabial di langgar akan menimbulakan sanksi yang tegas dan nyata. Dengan demikian, sumber hukum islam adalah segala sesuatu yang dijadikan dasar, acuan atau pedoman syariat islam.
M enuurut jumhur Fuqoha, bahwa sumber hukum islam ada tiga yaitu, Al-Quran. Hadist, dan Ijtihad.hal ini didasarkan pada firman Alloh SWT. Pada Q.S An-Nisa ayat 59:





59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
A. AL-Qura’n
Al-Quran menurut bahasa adalah bacaan atau yang di baca. Al-Quran merupakan bentuk masdar yang di artikan dengan isim maf’ul, yaitu makru’un atau yang dibaca. Al- Quran menurut istilah adalah firman Alloh swt yang merupakan mukjizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dengan malaikat jibril, di tulis dalam mushaf(lembaran) yang di sampaikan kepada kita secara mutawatir ( oleh orang banyak) serta membacanya merupakan ibadah.
Menurut penyelidikan para ahli secara garis besar al-quran mengandung tiga pokok pengetahuan yang mengatur kehidupan manusia. Ketiga dasarpokok ajaran al-quran itu antara lain:
1. Al – Aqadiyah, yaitu dasar-dasar ke yakinan (aqidah) terhadap alloh swt dan kepercayaan lainnya
2. Al- Khuluqiyyah, yaitu mengatur sikap dan tata karma perilaku manusia yang berhubngan dengan budi pekerti .Manusia yang memiliki ahlakulkarimah memiliki hati yang suci dan jiwa yang bersih
3. Al- Ahkamulamaliah yaitu yang mengatur segalatindakan manusia termasuk perkataan dan perbuataan
Ahkamul amaliyyah terdiri atas dua again yaitu:
1. Yang mengatur tindakan manusia dalam berubungan dengan alloh dinamakan ibadah
2. Yang mengatur tindakan manusia dalambermasyarakat seperti sholat, puasa,zakat, dan perbuatannya
Adapun kedudukan al-quran berfngsi sebagai antara lain sebagai berikut:
1.sebagai dasar hukum islam
2.sebagai pedoman hidup dan petunjuk kepada manusia agar hidupnya tidak sesat
3.Saebagai pembawa kabar berita gembira dan kebenaran yang mutlak
4.membenarkandan menyempurnakan kitab-kitab allohterdahulu
5.sebagai obat penawar hati dan penyakit jiwa
B. Hadist
Hadist menurut lughat adalah atau bahasa adalah baru atau kabar.pengertian hadist menurut istilah ialah segala segala tingkah laku nabi Muhammad saw bai k baerupa perkataan,perbataan maupun ketetapannya.
Kedudukan hadist dalam ajaran islam adalah sebagai sumber hukum islam yang kedua setelah al-quran. Maksudnya, apabila suatu perkara yang tidak didapati hukumnya dalam al-quran maka hendaknya dicari dalam hadist.
Macam-macam Hadist:
Hadist nabi Muhammad saw dapat di bedakan menjadi tiga bentuk yaitu sebagai berikut:
1 .Hadist Qauliyah, yaitu hadist atas dasar segenap perkataan(ucapan) nabi muhammad saw.
b. Hadist Fi’liyah, yaitu hadist atas dasar paerilaku(perbuataan) yang di lakukan nabi Muhammad saw
c.Hadist Taqririyah, adalah hadist atas dasar parsetujuan nabi Muhammad saw tearhadap apa yang di lakukan para sahabatnya.artinya nabi Muhammad saw memberikan penafsiran atas perbuatan yang dilakukan sahabatnya dalam suatu hukum Alloh swt atau nabi diam sebagai tanda perstujan (boleh) atas perbuataan sahabat nabi Muhammad saw
Kedudukan atau fungsi hadist
1. Sebagai sumber hukm islam yang ke dua
2. Sebagai pengkukuh /penguat hukum yang telah di sebutkan oleh alloh di dalam kitab al quran
3. Sebagai penjelasaan /rincian terhadap ayat-ayat al-quran yang masih besifat umum
4. Menetapkan hukum-hukum yang tidak terdapat dalam alquran
Istilah-istilah dalm hadist

Ilmu untk mengetahui istilah-istilah hadist yang di pakai dalam ilmu hadist di sebut dengan mustalah hadist. Kegunaanya adalah untuk menilai tentang hadist itu sahih( benar) atau palsu dan untuk mengetahui tingkatan hadist itu.
Istilah-istilah yang perlu di ketahui berkaitan dengan proses penyampaian sebuah hadist ialah sebagai berikut:
1. Matan, yaitu perkatan(isi) hadist yang di sampaikan
2. Rawi, yaitu orang yang meriwayatkan hadist
3. Sanad, yaitu orang-orang yang menjadi sandaran dalam meriwayatkan hadist.
Ditinjau dari segi banyak atau sedikitnya rawi yang menjadi sumber berita, hadist itu terbagi menjadi dua macam, yakni hadist mutawatir danhadist ahad
1. Hadist mutawatir
Hadist mutawatir adalah yang memiliki banyak sanad dan mustahil perawinya berdusta atas nama nabi Muhammad saw sebab hadist itu di riwayatkan oleh orang banyak
Hadist mutawatir ada dua macam
1.Hadist Lafzi, yaitu perkataan nabi yang mutawatir
2.Hadist Amali yaitu perbuataan nabi yang mutawatir
3.Hadist Ahad adalah hadist yang tidak meancapai derajat hadist mutawatir, hadist ahad hanya taerdiri dari tiga macam yaitu hadist yang mashur hadist aziz, dan hadist gharib
1. Hadist Masyhur adalah hadist yang diriwayatkan oleh tiga sanad yang berlainan
2. Hadist Aziz yaitu hadist yang diriwayatakan oleh dua orang
3. Hadist Gharib yaitu hadist yang sanadnya hanya seorang diri yakni tidak ada orang lain yang meriwyatkan selain rawi tiu sendiri
Hadiat berdasarkan kualitas para perawinya
1. Hadist Shahih yaitu hadist yang cukup sanadnya dari awal sampai akhir dan diasampaikan oleh orang-orang yang sempurna hapalannya .Adapun syarat –syaratnya:
1.sanadnya harus bersambung
2.perawinya sudah baligh
3,berakal
4.tidak mengerjakan dosa besar
5.sempurna hafalannya
6.perawi yang ada dalam sanad itu harus adil dan hadist yang diriwayatkannya tidak bertentangan dengan hadist mutawatir atau dengan ayat alquran.
2. hadist hasan, yaitu hadist yang dari segi hafalan perawinya kurang dari hadist shahih
3. hadist dhaif, yaitu hadist yang kehilangan satu atau lebih dari syarat-syarat hadist shahih dan hadist hasan.


C.Ijtihad
menurut bahasa kata ijtihad berasal dari baentuk fi’il madi yajni ijtihada, bentuk fi’il mudhari yaitu yajtahidu dan bentuk masdar yakni ijtihadan yang artinya telah bersungguh-sungguh, mencurahkan tenaga, menggunakan pikiran dan bekerja semaksimal mungkin.
Secara terminology(istilah) pengertian ijtihad adalah suatu pekerjaan yang mempergunakan segala kesanggupan daya rohaniah untuk mendapatakn hukum syara atau menyusun suatu pendapat dari suatu masalah hukum yang bersumber dari al-quran dan al hadist. Orang yang berijtihad di sebut mujtahid. Hasil ijtihad merupakan sumber hukum islam ynag ke tiga sesudah al quran al hadist
Persyaratan bagi orang yang akan berijtihad
1. Meneri dan memahami isi kandungan alquran dan al hadist teruatama yang berkaitan dengan hukum-hukum.
2. Mampu berbahasa arab dengan baik sebagai kelengakapan dan kesempurnaan dalam menafsirkan al quran dan al hadist.
3. Mengetahui ilmu usul fikih secara luas
4. Mengetahui dan mengerti soal-soal ijma
5. Masalah yang sedang di ijtihadakan buan hukum syara yang sudah jelas dasar hukumnya tetapi persoalan yang tidak ada dalil qat’I (pasti) serta hukum yang bersangkutan denagn akal dan ilmu kalam.
Bentuk-Bentuk Ijtihad
1. Ijma, yaitu keseapakatan para ulam islam dalam menetapkan suatu masalah yang tidak terangakan oleh al quran da hadist setelah rosululloh saw wafat dengan cara bersidang.
2. Qiyas(analog), yaitu menetapkan hukum suatu persoalan atau masalah yang belum disebutkan secara konkret dalam al-quran dan al-hadist dengan cara menyamakan hukumnya dengan masalah yang sudah ada ketetapan hukumnya secara jelas karena kedua masalah itu memiliki kesamaan sifat
3. Istihsan(istislah),yaitu menetapkan hukum suatu masalah yang tidak dijelaskan secara rinci dalam al quran dan al hadist yang di dasarkan atas kepentingan umum dan demi keadialn
4. Istishab, yaitu meneruskan berlakunya suatu hukum yang telah ada dan telah ditetapkan karena adanya suatu dalil sampai ada dalil lain yang mengubah kedudukan hukum tersebut
5. Istidal,yaitu menetapkan hukum suatu perbuatan yang tidak disebutkan dalam alquran dan al hadist dengan didasarkan bahwa hal tersebut telah menjadi adat istiadat atau kebiasaan dalam masyarakat sebelumnya seperti beberapa hukum allohyang di wahyukan sebelum nabi Muhammad saw
6. Maslahah mursalah, menurut bahsa artinyakebaikan yang besar sedangkamn menurat istilah adalah perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan sesuai dengan maksud syara dan hukumnya tidak diperoleh dari pengajaran dalil secara langsung dan jelas
7. Urf(adat), yaitu urusan yang di sepakati oleh segolongan manusia dalam pekembangan hidupnya dan telah menjadi kebiasaan atau tradisi
8. Zarai,menurut bahasa berarti wasilah yaitu pekearjaan yang menjadi jalan untuk maencapai masalahat atau jalan untuk menghilangkan madharat.
Kedudukan ijtihad
Ijtihad sangat penting dalam ajaran isalm karena ijtihad telah dapat membuktikan kemampuannya dalam menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi umat isalm mulai dari zaman nabi Muhammad saw sampai sekarang. Melalui ijtihad masalah-masalh baru yang tidak dijelasakn oleh al aquran dan al hadist dapat di pecahkan. Melalui ijtihad umat islam telah berkembang sedemikian rupa menuju kesempurnaan bahkan ijtihad merupakan alat gerak keamajuan umat isalm, artinya ijtihad merupakam kunci dinamika ajaran isalm
Fungsi ijtihad
Adapun fungsi ijtihad memiliki beberapa fungsi di antaranya sebagai berikut:
1. Ijtihad merupakan sumber hukum isalm yang ketiga setealh al quran dan al hadist
2. Ijtihad merupakan sarana untk menyelesaikan persoalan-persoalan baru yang muncul dengan tetap berpegang teguh pada al quran al hadist
3. Ijtihad berfungsi sebagai suatu cara yang di isyaratkan untuk menyesuaikan perubaha-perubahan social dengan ajaraj-ajaran islam
4. Ijtihad berfungsi sebagai wadah penurahan pemiiran kaum muslim dalm mencari jawaban dari masalah-maslah baru.

Kamis, 16 Desember 2010

Kota Tasikmalaya, Minggu (28/11/2010) (humaskotas-center), Remaja Siaga Kesehatan (RESIK) SMA Negeri 7 Tasikmalaya mengelar lomba Debat, Jargon dan Pidato HIV/AIDS di Halaman SMAN 7 Kecamatan Kawalu yang dibuka oleh Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si.

Acara yang diikuti oleh 97 orang peserta ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Tio Indra Setiadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Ketua Komite SMAN & Kota Tasikmalaya, Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Tasikmalaya, Kepala Sekolah SMA/SMK/MA se-Kota Tasikmalaya, Para Guru dan Siswa/siswi SMA/SMK/Ma se-Kota Tasikmalaya.
"Kota Tasikmalaya, salah satu kota di Jawa Barat yang termasuk satu dari seratus kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki angka perkembangan kasus HIV/AIDS paling tinggi. Secara Komulatif, sampai dengan November 2010 tercatat 232 orang positif HIV dengan 40 orang meninggal. Hal ini belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk beresiko sebanyak 12.960 orang terdiri dari kelompok seksual beresiko dan penggina NAPZA suntik dan dari kelompok resiko tersebut baru sedikit yang terjangkau" terang Walikota Tasikmalaya

Beliau juga menjelaskan faktor penting dalam penyebaran penyakit tersebut, beberapa diantaranya adalah meningkatnya dengan pesat jumlah penderita HIV/AIDS khususnya yang tidak ketahui/tidak terbina, yang merupakan sumber penularan dan masih tingginya perilaku yang beresiko menularkan khususnya hubungan seks beresiko dan penggunaan jarum suntik tidak aman (pada pengguna narkoba suntik) serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan HIV/AIDS.

"Dengan adanya kegiatan ini, semoga dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi serta upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS khususnya dikalangan remaja yang merupakan kelompok paling rentan serta mampu menyadarkan kita bahwa sesungguhnya HIV/AIDS dapat mengancam masa depan Bangsa Indonesia, penurunan umur harapan hidup, merongrong perekonomian nasional dan menurunkan produktivitas dan ketersediaan angkatan kerja serta pengeluaran biaya yang sangat besar" harap Syarif Hidayat.


"Acara ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kota Tasikmalaya, FKM Unsil, KPA dan LSM Peduli HIV/AIDS dalam rangka menyambut Hari AIDS sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Desember nanti "Ratnasari jelas Ratnasari, ketua panitia acara ini.

Ratnasari yang juga siswi kelas XII IPA 2 SMAN 7 Kota Tasikmalaya menjelaskan Tema yang diusung adalah "Kita Tingkatkan Tali Persaudaraan dan Solidaritas Yang Tinggi Untuk Mencegah Perluasan Kenakalan Remaja" merupakan adopsi dari tema Hari AIDS Sedunia 2010 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Nasional yaitu "Peningkatan hak dan akses pendidikan untuk semua, guna menekan laju epodemi HIV di Indonesia menuju tercapainya tujuan pembangunan Milenium, sementara seruan yang akan terus dikumandangkan adalah Stop AIDS, Tingkatkan hak dan akses pendidikan untuk semua.

"Acara ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab, kemandirian, meningkatkan rasa persaudaraan dan solidaritas antara pelajar SMA, SMK dan MA di Kota Tasikmalaya serta meningkatkan pengetahuan,pemahaman HIV/AIDS beserta dampaknya.

Dan untuk sekolah yang tercinta ini yaitu SMAN 4 Tasikmalaya, mendapatkan juara ke 3 dari perlombaan Debat, dan juara 3 dari perlombaan Jargon... selamat eaa... bagi para pemenang...

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Dalam kitab I‘anatut Thalibin, salah satu kitab yang banyak digunakan dalam mazhab Asy-Syafi‘iyyah, pada jilid 2 hal 267, disebutkan bahwa memang banyak amal-amal yang sering dilakukan pada momentum bulan Muharram.

Beliau –An-Nawawi- mengutip nazham yang disusun anonim berkaitan dengan amalan di bulan Muharram itu yaitu:

صُم صلِّ صِلْ ثم اغتسل رأس اليتم امسح تصدق واكتحل

وسع على العيال قلم ظفر وسورة الإخلاص قل ألفا تصل

Puasalah, Shalatlah, Silaturrahim-lah, mandilah kepala anak yatim usaplah, bersedekahlah dan pakailah celak mata.

Luaskan belanja, potonglah kuku, kunjungi ulama, tengoklah orang sakit, bacalah surat Ihklas 1000 kali.

Namun penyusun kitab ini mengatakan bahwa hanya dua saja yang memiliki dasar kuat yaitu sunah puasa dan meluaskan belanja. Sedangkan selebihnya kebanyakan haditsnya dahif dan sebagian lagi mungkar maudhu‘.

1.

Puasa Asyuro dan Tasu’a

Yang berkaitan dengan puasa adalah puasa sunah yaitu pada hari kesepuluh dan kesembilan di bulan itu. Sering juga disebut dengan ‘Asyuro dan Tasu‘a. Banyak sekali dalil yang menerangkan hal ini, antara lain:

Dari Abu Hurairoh RA ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Shaum yang paling utama setelah shaum Ramadhan adalah shaum dibulan Alloh Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam”

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: “Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ini hari Assyura, dan Alloh tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka”

Rasulullah SAW bersabda: “Shaumlah kalian pada hari ‘Assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya”

Sedangkan amal lainnya –selain puasa dan meluaskan belanja- sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi, adalah amal yang dasar hukumnya lemah.

1.

Meluaskan Belanja

من حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه وفيه قال صلى الله عليه وسلم: {{من وسع على عياله يوم عاشوراء وسع الله عليه السنة كلها

Dari hadits Abi Said Al-Khudhri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun.

Oleh sebagian ulama hadits, hadits ini dilemahkan, namun sebagian lainnya mengatakan hadits ini shahih, lalu sebagian lainnya mengatakan hasan. Yang menshahihkan di antaranya adalah Zainuddin Al-Iraqi dan Ibnu Nashiruddin. As-Suyuthi dan Al-Hafidz Ibnu Hajarmengatakan bahwa karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajat hadits ini menjadi hasan bahkan menjadi shahih.

Sehingga Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al-Ikhtiyarat termasuk yang menganjurkan perbuatan ini di hari Asyura.

1.

Bersedekah

من حديث عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنه ـما أنه قال: {{من صام عاشوراء فكأنما صام السنة ومن تصدق فيه كان كصدقة السنة

Siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.

Pada hari itu juga disunnahkan untuk bersedekah, menurut kalangan mazhab Malik. Sedangkan mazhab lainnya, tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal itu dan kuat derajat haditsnya.Karena mereka mendhaifkan hadits di atas.

Sebenarnya amal-amal itu semua baik-baik saja, selama tidak dikaitkan dengan momentum tertentu. Sehingga yang jadi titik masalah adalah dikaitkannya amal-amal itu dengan momen Muharram dengan keyakinan bahwa bila dilakukan di waktu lain, tidak sebesar itu pahalanya. Karena dasar haditsnya memang lemah, bahkan sebagian dhaif dan mungkar.

Namun kita harus pahami bahwa amaliyah seperti ini buat sebagain kalangan umat sudah diajarkan dan dipraktekkan, meski sebagian haditsnya dikritik oleh banyak kalangan. Dan selama masih ada kritik, sebenarnya merupakan ikhtilaf di kalangan ulama hadits.

Wallahu A‘lam Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Ahmad Sarwat, Lc

Flag Counter