Sabtu, 16 Juli 2011





Nisfu Sya'ban

AMALAN-AMALAN NISFU SYA’BAN
Malam nisfu Sya’ban merupakan malam yang barakah. Terdapat sebilangan besar dalil yang menyebut tentang kelebihan malam nisfu Sya’ban daripada hadis-hadis (nabi S.A.W) yang saling menguatkan antara satu sama lain serta mengangkat (hadis-hadis tersebut) ke darjat Hadis Hasan dan Kuat (dari segi hukumnya).
* Membaca surah yasiin sebanyak 3x sesudah sembahyang sunat ba’diah maghrib dengan Niat sebagai berikut:
1. NIAT YANG PERTAMA
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah segala Dosaku dan Dosa ibu bapaku dan Dosa keluargaku dan dosa jiranku dan Dosa muslimin dan muslimat, dan panjangkanlah umurku di dalam tha’at ibadat kepada engkau dan kuatkanlah imanku dengan berkat surat Yasiin.
2. NIAT YANG KE DUA
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Ya ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dan peliharakanlah diriku dari segala kebinasaan dan penyakit, dan kabullanlah hajatku dengan berkat surat Yasiin.
3.NIAT YANG KETIGA
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
YA ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dan kayakanlah hatiku dari segala makhluk dan berilah aku dan kelurgaku dan jiranku HUSNUL KHATIMAH dengan berkat surat Yasiin.

*dan juga jangan lupa membaca do’a nisfu sya’ban, setelah membaca surat yasiin.

Dalam bahasa Indonesia,
Alhamdulillahirobbil alamin, wa sholatu wassalamu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa sohbihi 'ajmain, Allahumma ya dzal manni wala yumannu 'alaihi, ya dzal jalali wal ikhram, ya dzat thouli wal in'am, la ilaha illa anta dhohrol lajiina, waja rol mustajiriina, wama' manal kho ifina, Allahumma in kunta katab tana indaka fi ummil kitabi syaqiyyan au makhruuman au mathruudan au muqoththoton 'alaina firrizqi, famkhu allahumma bifadhlika syaqo watana wa khirma nana waq titaro rizqina, watsabbitna indaka fi ummil kitabi saii dan marzuuqon muwaffaqon lil khoirooti, fainnaka qulta waqoulukal haqqu, fii kitabikal munzali, 'ala lisani nabiyyikl mursali, yahkhullahu ma yasya'u wayutsbitu, wa indahu ummul kitabi, ilahana bittajallil a'dhomi, fi lailatin nisfi min syahri sya'banal mukarromi, allati yufrokhu fiiha kullu amrin khakimin wayub romu, isrif 'anna minal bala'i ma na'lamu wama la na'lamu, wama anta bihi a'lamu, wa anta 'allamul ghuyub, birokhmatika ya arkhamar rokhimina, washolloallahu 'ala sayyina muhammadin wa 'ala alihi washohbihi wasallam. 3x

*lalu Sholat Isya dan setelah sholat Isya bisanya dilanjutkan dengan sholat hajat, atau sholat Mutlaq atau Sholat Tasbih.
Terkait dengan kelebihan malam nisfu sya’ban. Nabi Saw pernah menyampaikan:’’ lima malam yang tidak mungkin sebuah do’a ditolak, awal malan bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha (HR.Suyuti).
Akan sangat beruntung bagi setiap umat Muhammad Saw, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menyambut malam ‘’Nisfu Sya’ban’ serta malam-malam yang lain. Wallau a’lam

Kunjungi Blog KARIM : http://immpatas.blogspot.com/2011/01/sman-4-tasikmalaya-artikel-terbaru.html
Atau bergabung ke SDC (SMANPATAS Dakwah Community) 08989844664 layanan ini GRATIS..!!
caranya ketik REG (spasi) Nama lengkap lalu kirim ke 08989844664

Jumat, 01 Juli 2011

Isra Dan Mi'raj

Isra Mi'raj (Arab:الإسراء والمعراج‎, al-’Isrā’ wal-Mi‘rāğ) adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi'raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi[1] dan mayoritas ulama,[2] Isra Mi'raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri[3] menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi'raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi'raj.
Peristiwa Isra Mi'raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.